6 Skill Bertahan Hidup yang Wajib Dikuasai Jika Anda Terdampar di Pulau Terasing

6 Skill Bertahan Hidup yang Wajib Dikuasai Jika Anda Terdampar di Pulau Terasing

Bencana di perjalanan bisa menghampiri siapa saja. Inilah yang dialami Chuck Noland (Tom Hanks) yang terdampar seorang diri di sebuah pulau setelah pesawatnya mengalami kecelakaan, jika Anda pernah nonton film Cast Away. Kisahnya memang fiksi, tapi tetap saja bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun. Termasuk Anda.

Tidak ada satupun yang menginginkan untuk terdampar di pulau asing. Namun, Anda tetap perlu mengetahui dan menguasai beberapa skill dasar untuk bertahan hidup di alam liar — bukan untuk menakuti, hanya sekadar berjaga-jaga jika suatu saat nanti Anda mengalaminya.

Berikut cara bertahan hidup jika Anda terdampar di pulau antah berantah.

STOP, prinsip cara bertahan hidup di alam liar

Anda sekarang tahu dan yakin benar akan terdampar selama beberapa waktu di pulau asing ini. Di sisi lain, Anda tidak yakin kapan tim penyelamat akan datang (atau apakah benar akan datang).

Jangan panik. Begitu menyadari bahwa keberuntungan tidak lagi di tangan Anda, yang harus Anda lakukan adalah STOP. STOP merupakan prinsip bertahan hidup yang terdiri dari: Stop (berhenti), Think (berpikir), Observe (amati), dan Plan (rencanakan).

Berhentilah sejenak untuk mengamati keadaan sekitar dan menjernihkan pikiran untuk mulai memikirkan rencana ke depannya.

Idealnya, inilah cara bertahan hidup yang harus Anda lakukan secara berurutan:

  • Mencari sumber air minum
  • Mencari atau membangun tempat berteduh
  • Membuat api
  • Membuat sinyal penyelamatan
  • Membuat alat untuk memasak seperti mengumpulkan kayu dan mencari tombak untuk berburu makanan.
  • Membuat atau mencari senjata untuk mempertahankan diri jika sewaktu-waktu ada bahaya.

Skill yang harus Anda kuasai untuk bertahan hidup ketika terdampar di pulau antah berantah

1. Mencari sumber air minum

Mencari sumber air minum harus jadi prioritas utama Anda saat ini. Air adalah asupan yang sangat vital bagi kelangsungan hidup. Anda bisa bertahan hidup lebih dari 3 minggu tanpa makanan, tetapi tidak bisa hidup tanpa air selama lebih dari 3-4 hari.

Sumber air haruslah yang bersih dan layak minum. Air laut bukan pilihan Anda. Garam dapat membuat tubuh semakin dehidrasi, yang bisa berujung pada gagal ginjal jika terus dikonsumsi. Sumber air minum terbaik di saat darurat adalah air hujan. Anda bisa menggunakan daun besar untuk menampung air hujan untuk kemudian dipindahkan ke dalam botol air minum Anda.

Cobalah mengumpulkan keberanian untuk menjelajahi isi pulau. Carilah daratan yang jauh dari pantai agar Anda berkesempatan menemukan sumber air bersih. Semakin jauh daratan yang Anda telusuri maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk menemukan sumber air seperti sungai atau mungkin air terjun kecil yang dapat Anda gunakan airnya untuk minum.

Siasat lainnya adalah dengan membangun sendiri waduk darurat dengan memanfaatkan panas matahari untuk mengumpulkan air


                       Sumber: http://survivenature.com/island.php

Begini caranya:

  1. Gali lubang di pasir di samping pepohonan. Galilah hingga pasir terasa lembab.
  2. Tempatkan wadah di tengah lubang. Gunakan gelas atau wadah apapun yang bisa menampung air.
  3. Isi celah yang mengelilingi wadah dengan apa saja yang basah, seperti daun basah.
  4. Letakkan lembaran plastik di atas lubang dan tahan lembaran plastik dengan menaruh batu di kedua sisinya.
  5. Tempatkan satu batu kecil di tengah plastik, tepat di atas wadah.
  6. Embun air akan mulai timbul di bagian bawah plastik dan lari ke bagian tengah plastik. Nantinya, air akan menetes ke dalam wadah di bawah plastik.

2. Mencari atau membangun tempat tinggal

Menemukan tempat berlindung merupakan cara bertahan hidup yang ideal ketika Anda terjebak di alam liar. Ini bertujuan untuk melindungi diri dan terik matahari serta hujan, serta sebagai tempat beristirahat.

Carilah gua kecil yang bisa Anda jadikan “rumah”. Jika Anda tidak menemukannya, maka pilihan terakhir yang perlu dilakukan ialah membangunnya sendiri. Ada dua jenis tempat penampungan sementara yang bisa Anda buat, yakni lean to shelter (sementara; untuk 2-3 hari) dan tepee shelter (lebih kuat dan permanen, jika butuh tinggal dalam waktu lama)

Cara membuat “lean to shelter”:

  1. Cari pohon yang memiliki cabang besar dan sandarkan salah satu ujungnya ke pohon.
  2. Tempatkan cabang yang lebih kecil pada sudut 45 derajat sepanjang cabang besar.
  3. Tutup dengan dedaunan berdaun lebar

Cara membuat “tepee shelter”

  1. Kumpulkan 10 sampai 20 cabang yang panjang. Semakin tebal ranting-rantingnya, semakin aman tepee Anda.
  2. Tancapkan 3 ujung cabang ke dalam tanah untuk membuat bentuk seperti tripod.
  3. Posisikan cabang yang tersisa di sekitar tripod dalam lingkaran. Pastikan untuk membuat pintu keluar masuk.
  4. Temukan daun dengan permukaan lebar dan tebal untuk menutupi seluruh permukaan ranting.

3. Membuat api

Api akan menghangatkan Anda saat malam tiba. Tak hanya itu, api juga dapat membantu memberi isyarat pada pesawat penyelamat.

Cara membuat api:

  1. Kumpulkan daun kering, ranting, dan cabang dengan berbagai ukuran.
  2. Gunakan ranting yang lebih kecil, buat bentuk tepee (tripod) dan masukkan dedaunan kering (atau kertas kering/kain kering jika memang ada) di tengahnya.
  3. Gunakan kacamata, teropong, cermin, atau lensa untuk memusatkan sinar matahari pada material yang perlu dibakar. Lalu tiup perlahan saat mulai berasap.

Alternatif lainnya untuk membuat api:

  1. Temukan kayu yang tidak begitu keras, buat lekukan di dasarnya.
  2. Taruh beberapa material kering di salah satu ujung yang akan Anda bakar.
  3. Gunakan tongkat yang keras untuk digesekkan ke dasar lekukan yang telah dibuat.
  4. Material kering akan mulai panas dan memercikan api-api kecil. Tiup perlahan untuk membantu proses pembentukan api.
  5. Saat api mulai berkobar, letakkan ranting kecil lainnya di atasnya untuk membantunya semakin besar.

4. Mencari sumber makanan

Sumber makanan terbaik kemungkinan besar berada di daerah dangkal yang mengelilingi pantai, yaitu ikan. Untuk menangkap ikan, teknik yang paling mudah adalah dengan menggunakan tombak.

Buat tombak panjang dari salah satu cabang pohon yang Anda temukan di pulau ini. Runcingkan ujungnya dengan pisau dan pastikan tongkat tersebut cukup panjang dan cukup untuk dilempar.

Pegang tombak tombak di samping Anda. Pastikan untuk berjalan perlahan agar ikan tidak kabur. Saat ikan berhenti dan berkumpul di satu tempat, lemparkan tombak ke bagian tubuh atau kepala ikan.

5. Waspadai ancaman predator

Selalu waspada akan bahaya yang mungin mengintai Anda. Anda tidak pernah tahu binatang apa saja yang hidup di pulau tersebut yang mungkin dapat membahayakan jiwa Anda. Sebagai cara bertahan hidup,  buatlah tombak dengan ujung runcing dari batang atau cabang pohon yang Anda temukan sebagai senjata perlindungan diri.

6. Bersiap untuk menanti penyelamatan

Setelah Anda melakukan hal-hal di atas, Anda perlu bersabar dan selalu bersiap untuk menanti kedatangan tim penyelamat. Api yang telah Anda buat mungkin saja berhasil menjadi sinyal bagi pesawat yang lewat di langit pulau tempat Anda terdampar. Anda juga perlu membuat pesan SOS di atas pasir.

Carilah cabang cukup besar untuk menuliskan huruf SOS di atas pasir sehingga pesawat yang lewat bisa menangkap sinyal bahwa Anda butuh diselamatkan. Pastikan juga api tetap menyala besar untuk membuat sinyal asap.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya