5 Terapi Alternatif yang Bisa Meringankan Efek Samping Pengobatan Kanker

5 Terapi Alternatif yang Bisa Meringankan Efek Samping Pengobatan Kanker

Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat. Tetapi, karena kemajuan di bidang medis, saat ini tingkat kesembuhan kanker semakin meningkat. Hal ini juga didukung dengan berbagai terapi alternatif yang diberikan untuk membantu mengobati kanker. L

alu, apa saja pengobatan alternatif kanker yang dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakitnya? Lalu, apakah pengobatan alternatif kanker ini aman dilakukan berbarengan dengan kemoterapi atau radioterapi?

Macam-macam pengobatan alternatif kanker untuk meringankan efek samping kemoterapi

Sebenarnya, pengobatan alternatif kanker saja tidak dapat membuat sel kanker mati atau menghambat pertumbuhannya. Namun, terapi dampingan ini lebih ditujukan untuk membuat pasien menjadi lebih nyaman, kuat, dan aman ketika mengalami pengobatan.

Selain itu, pengobatan alternatif kanker ini juga dianggap dapat mengurangi gejala dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan medis sehingga terapi yang dilakukan dapat berjalan lancar dan lebih cepat. Apa saja terapi alternatif yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati kanker?

1. Yoga

Yoga adalah jenis olahraga yang dianggap aman untuk dilakukan oleh pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan kanker. Olahraga ini melatih pernapasan dan membantu melenturkan tubuh sehingga tak membuat pasien kanker kelelahan, justru membuat rileks serta nyaman.

Beberapa penelitian sudah membuktikan kalau pasien kanker yang melakukan yoga dengan rutin selama menjalani pengobatan utamanya lebih merasa rileks dan tidak terlalu banyak mengalami efek samping pengobatan.

2. Akupunktur

Pengobatan alternatif yang berasal dari negeri bambu ini sekarang telah menjadi terapi tambahan yang dianjurkan bagi penderita kanker. Dalam berbagai penelitian telah dibuktikan bila memang akupunktur dapat meringankan gejala yang timbul akibat pengobatan kanker, seperti mual, muntah, mulut kering, kelelahan, dan depresi.

Selain itu, akupunktur juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan dan mencegah seseorang kehilangan berat badan yang berlebihan yang sering terjadi ketika seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi. Jika Anda ingin melakukan terapi ini, maka cari lah ahli terapi akupunktur yang telah memiliki lisensi atau bersertifikat.

3. Akupresur

Hampir mirip dengan akupunktur, namun tak menggunakan jarum, akupresur dianggap sebagai pengobatan alternatif kanker yang dapat membantu mengurangi efek samping kemoterapi atau radioterapi. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 100 orang pasien kanker yang diberikan terapi akupresur selama kemoterapi berlangsung menyatakan bahwa terapi ini cukup efektif untuk mencegah maupun meringankan rasa mual.

4. Pijat

Pijat juga dapat menjadi pilihan Anda untuk membuat diri rileks, nyaman, dan tentunya mampu mengurangi efek samping pengobatan kanker. Bahkan metode ini cukup aman dilakukan bagi orang yang memiliki kanker stadium lanjut.

Tetapi, hati-hati dengan beberapa bagian tertentu. Bagi Anda yang memiliki jenis kanker padat, hindari pijatan pada bagian tubuh yang terkena kanker tersebut. Pijatan dapat memicu kanker padat tumbuh menjadi lebih besar. Jika Anda sedang menjalani radiasi, maka Anda juga harus menghindari pijatan bagian-bagian yang terkena sinar radiasi, sebab biasanya bagian kulit di sekitar tubuh tersebut lebih sensitif.

5. Aromaterapi

Minyak aromaterapi dapat Anda gunakan untuk membuat diri Anda nyaman dan rileks selama pengobatan kanker berlangsung. Pilihlah minyak esensial seperti peppermint atau eucalyptus, yang memiliki aroma kuat, namun menenangkan. Anda dapat mengusapkannya pada beberapa bagian permukaan kulit Anda atau juga bisa Anda gunakan sebagai campuran air rendaman Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>