5 Tanda Si Dia Ternyata Bukan Pasangan Hidup yang Tepat untuk Anda

5 Tanda Si Dia Ternyata Bukan Pasangan Hidup yang Tepat untuk Anda

Banyak pasangan yang terburu-buru nikah di usia belia karena tren menikah muda sedang naik daun belakangan ini. Jika Anda sedang mempertimbangkannya, apakah Anda sudah yakin benar bahwa si dia adalah pasangan hidup semati yang tepat?

Eits tunggu dulu. Kadang, keinginan untuk menemukan pasangan hidup dan rasa cinta yang terlalu besar bisa membutakan mata hati dan pikiran Anda untuk dapat berpikir secara logis.

Nah, jangan cuma karena ingin mengikuti tren — atau gerah terus-terusan ditanya “kapan kawin?” — Anda jadi mengabaikan tanda-tanda peringatan yang coba memberi tahu bahwa si dia sebenarnya bukanlah pasangan yang tepat untuk Anda.

Tanda bahwa si dia bukan pasangan hidup yang tepat untuk Anda

Memang tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Akan tetapi, ini bukan berarti Anda lantas jadi menutup mata atas hal-hal buruk yang Anda terima dari pasangan. Menurut Profesor Berit Brogaard dari University of Miami, akan sulit untuk mengetahui orang tersebut tepat atau tidak untuk Anda jika Anda berada dalam pola pikir yang salah.

Nah, mungkin tanda-tanda berikut harus Anda lebih waspadai agar tidak menyesal di kemudian hari.

1. Merasa cemas dan tidak nyaman setiap kali bersama

Apakah Anda selalu merasa sungkan atau enggan untuk berbicara karena takut menyinggung perasaannya? Atau Anda merasa cemas dengan penampilan Anda dan tidak percaya diri di hadapannya? Atau mungkin Anda selalu sibuk mencari topik pembicaraan di malam sebelum Anda bertemu dengannya?

Cobalah untuk mencari tahu apa penyebab Anda merasakan hal tersebut. Bicarakan hal-hal tersebut pada pasangan dan coba cari solusinya. Namun, jika terus terulang atau tidak juga membaik mungkin Anda harus membuka mata lebih lebar dan menerima kemungkinan terburuk bahwa bukan dia pasangan hidup yang terbaik untuk Anda.

Sebuah hubungan dijalin bukan untuk menciptakan ketidaknyamanan. Justru sebaliknya, untuk menciptakan hubungan yang membuat nyaman satu sama lain. Jika Anda tidak pernah bisa menikmati waktu berdua bersamanya, nampaknya Anda perlu berpikir seribu kali lagi untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Anda dan pasangan berbeda prinsip

Prinsip adalah nilai dasar yang Anda anut dan tidak bisa dikompromikan. Anda punya prinsip Anda sendiri, begitu juga dengan si dia. Misalnya saja, prinsip pola asuh membesarkan anak yang berbeda.

Mengubah prinsip bisa saja dilakukan dengan berkompromi. Tetapi ini juga harus datang dari keinginan dan pertimbangan pribadi, bukan atas pengaruh apalagi paksaan orang lain.

Namun jika jarak perbedaan prinsip Anda dan pasangan terlalu besar sehingga sulit untuk dipersatukan, nampaknya Anda perlu berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan ini. Jika Anda memaksakannya, kemungkinan besar Anda akan mendapat masalah yang jauh lebih rumit di kemudian hari.

Perbedaan prinsip di awal bisa menjadi gerbang dari banyak ketidaksetujuan lainnya yang bersifat penting. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit, ingat tentang pepatah ini, bukan? Nah, ini tentu tidak akan berdampak baik untuk masa depan hubungan Anda berdua.

3. Pasangan tidak menghormati Anda

Sebuah hubungan asmara layaknya sebuah kemitraan. Anda dan pasangan sama-sama ada di posisi yang setara, dan idealnya harus memiliki rasa saling menghormati serta menghargai satu sama lain.

Kurang atau tidak adanya rasa hormat akan menenggelamkan hubungan Anda berdua ke dalam jurang kehancuran. Perilaku melecehkan dan merendahkan, bahkan sesederhana seperti tidak meminta maaf keetika ia berbuat salah atau malah balik menyudutkan Anda, adalah tanda waspada yang benar-benar perlu Anda perhatikan baik-baik. Apalagi jika ia sampai tega bermain kasar dan menghardik Anda dengan kata-kata yang bersifat menghina.

Pelecehan secara verbal, emosional, psikologis, hingga seksual adalah perusak hubungan yang seringnya diabaikan. Terlebih, ada banyak sikap tidak hormat yang bisa ditunjukkan dengan cara halus dan manipulatif sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Jangan tolerir dan maklumi perilaku ini, secinta apapun Anda pada pasangan.

membantu pasangan depresi

4. Pasangan Anda hanya meminta perhatian, tanpa berlaku sebaliknya

Siapa, sih, yang tidak mau dihujani dengan cinta dan kasih sayang setiap waktu? Akan tetapi, sebuah hubungan asmara yang sehat seharusnya ditandai dengan kedua belah pihak yang sama-sama berusaha untuk menyenangkan satu sama lain

Jangan hiraukan perilaku pasangan yang posesif dan egois tidak ada obat. Misalnya, terus-terusan cek hape Anda tanpa alasan, selalu ingin tahu keberadaan Anda tiap menitnya, hingga membatasi atau bahkan melarang Anda jalan-jalan dengan teman lama atas dasar “ingin berduaan” saja. Apalagi jika ketika Anda benar-benar membutuhkan perhatiannya, ia tidak pernah ada untuk Anda — sulit dihubungi atau selalu alasan sibuk.

Jika Anda merasa semakin lama merasa terombang-ambing, dinomorduakan, dan kerap bertanya-tanya status Anda sebenarnya di mata dirinya, cobalah berpikir lebih jernih apakah Anda benar-benar bahagia bersama dengan orang yang tidak pedulian?

5. Pasangan Anda tidak bisa memberi rasa aman

Coba ingat-ingat, apa yang pasangan Anda lakukan ketika Anda sedang emosi atau sedih berkelanjutan. Bagaimana cara ia mengatasi emosi Anda? Apakah ia mencoba untuk menjadi pendengar yang baik dan menghibur Anda di kala dibutuhkan (bahkan sesederhana dengan memberikan minum), atau malah diam saja meninggalkan Anda sendirian sementara ia sibuk sendiri?

Dr. Brown mengatakan, pasangan yang mampu memberikan kenyamanan dalam kondisi apapun menjadi salah satu pertanda kuat bahwa Anda telah menemukan orang yang tepat. Namun sebaliknya, jika pasangan cenderung bersikap cuek bahkan mendiamkan Anda tanpa melakukan apapun, bisa jadi dia bukan pasangan yang tepat untuk Anda.

Hal terpenting ialah jangan terburu-buru dalam memutuskan apakah si dia merupakan pasangan hidup yang tepat bagi Anda. Lihat setiap prosesnya dan tanyakan pada diri, apakah dia benar-benar orang yang Anda cari untuk menghabiskan sisa hidup bersama?

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>