4 Penyebab Penderita Diabetes Mudah Lelah, Plus Cara Mengatasinya

4 Penyebab Penderita Diabetes Mudah Lelah, Plus Cara Mengatasinya

Kelelahan dapat disebabkan oleh banyak hal. Tidak hanya karena kurang tidur atau kelebihan aktivitas fisik, kelelahan sangat mudah dirasakan oleh para penderita diabetes. Ya, diabetes dan kelelahan memiliki kaitan yang erat sehingga membuat hidup para diabetesi (orang dengan diabetes) menjadi kurang nyaman. Memangnya, apa yang membuat penderita diabetes mudah lelah? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sejumlah penelitian membuktikan kelelahan dapat terjadi pada semua tipe diabetes

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 mencoba meneliti hubungan diabetes dengan tingkat kelelahan melalui survei kualitas tidur. Periset mencatat bahwa sebanyak 31 persen orang dengan diabetes tipe 1 memiliki kualitas tidur yang buruk. Namun, lebih banyak orang dengan diabetes tipe 2, tepatnya 42 persen yang gampang lelah jika dibandingkan dengan pasien diabetes tipe 2.   

Sementara itu, penelitian lain melaporkan bahwa terdapat sekitar 40 persen penderita diabetes tipe 1 yang mengalami kelelahan hingga lebih dari enam bulan. Periset juga mencatat bahwa tingkat kelelahannya cenderung parah sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup para diabetesi. Maka dapat disimpulkan bahwa kelelahan dapat terjadi pada semua jenis diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Lantas, apa yang menyebabkan diabetesi mudah lelah?

Menurut dr. Joel Zonszein, seorang direktur Clinical Diabetes Center di University Hospital of the Albert Einstein College of Medicine di New York, penyebab paling umum penderita diabetes cepat lelah adalah karena kadar gula darah yang tinggi.

Kadar gula darah yang tinggi ini menyebabkan dehidrasi. Kondisi dehidrasi inilah yang membuat orang dengan diabetes merasa lelah. Selain gula darah yang tinggi, dehidrasi juga dapat terjadi akibat penyakit ginjal yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.

Kelelahan merupakan akibat dari ketidakseimbangan antara tingkat glukosa darah dengan insulin yang beredar dalam tubuh. Padahal, insulin dibutuhkan untuk mengangkut glukosa dari darah ke sel tubuh yang nantinya digunakan sebagai energi.

Jika kadar insulinnya tidak cukup (pada diabetes tipe 1) atau tidak bekerja secara efektif (pada diabetes tipe 2), hal ini menyebabkan terjadinya hiperglikemia, alias gula darah tinggi. Akibatnya, glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel sehingga sel tubuh tidak dapat menerima energi yang dibutuhkan. Semua proses inilah yang membuat diabetesi menjadi lebih cepat lelah.

Namun, dr. Joel mencatat bahwa hal ini bukanlah satu-satunya penyebab kelelahan. Pasalnya, kelelahan kronis juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lainnya, yaitu:

1. Hipotiroidisme

Orang dengan diabetes berisiko tinggi terkena penyakit tiroid, terutama hipotiroidisme, yaitu penurunan aktivitas kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Kondisi ini juga dapat membuat diabetesi merasa lelah.

2. Komplikasi diabetes

Komplikasi diabetes menjadi faktor tambahan yang menyebabkan pada diabetesi menjadi cepat lelah. Ketika orang-orang dengan diabetes tipe 2 sudah lama mengidap penyakit ini, maka mereka berisiko mengalami kerusakan pada organ ginjal, jantung, dan hati. Kelainan pada organ-orang inilah yang meningkatkan rasa lelah dalam tubuh pada diabetesi.

3. Efek samping obat

Pemberian obat pada diabetesi perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, salah satu obat pengendali tekanan darah seperti beta blocker ternyata memiliki efek samping berupa mudah lelah.

4. Depresi

Diabetes adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol demi mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Bagi mereka yang mengetahui diagnosis ini pada tahapan awal penyakit, mungkin ini bukanlah sesuatu hal yang membebani pikiran.

Namun, bagi mereka yang terdiagnosis diabetes pertama kali sekaligus dengan berbagai komplikasi yang membutuhkan pengobatan yang rumit dan menuntut tenaga dan materi, tentu hal ini dapat menjadi suatu tekanan yang berat yang bisa memicu depresi. Depresi dapat membuat seseorang merasa tidak berenergi untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Ini juga bisa menjadi penyebab seorang diabetesi merasa lelah.

penderita diabetes sakit

Lantas, bagaimana cara mengurangi rasa lelah pada diabetesi?

1. Perubahan gaya hidup

Bagi para penderita diabetes yang mudah lelah, sangat dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Di antaranya dengan olahraga teratur, menjaga pola makan, dan mengendalikan berat badan. Semua ini dapat membantu diabetesi dalam mencukupi kebutuhan energinya sekaligus mengendalikan gula darah.

Olahraga teratur merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan olahraga mampu mengendalikan kadar glukosa darah, bahkan jika Anda sudah memiliki diabetes. American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan untuk berolahraga minimal 2,5 jam dalam satu minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun, bagi Anda yang sudah memiliki komplikasi diabetes seperti penyakit ginjal dan jantung, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu mengenai olahraga yang aman dan bermanfaat bagi Anda.

2. Dukungan dari orang sekitar

Sebuah studi yang dilakukan pada 1.657 orang dewasa dengan diabetes tipe 2 menunjukkan adanya korelasi positif antara dukungan sosial dan tingkat kelelahan pada diabetesi. Periset menemukan bahwa dukungan dari keluarga merupakan upaya terbaik untuk menurunkan tingkat kelelahan pada orang dengan diabetes.

Oleh karena itu, pastikan keluarga dan orang terdekat Anda mendukung setiap pengobatan diabetes yang Anda jalani. Menghabiskan waktu bersama keluarga dapat memasok energi positif dalam diri Anda, sehingga kadar gula darah pun dapat dikendalikan.

3. Menjaga kesehatan mental

Menurut Current Diabetes Reports, penderita diabetes dua kali lebih rentan terhadap depresi. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan psikologis dan emosional yang banyak dialami oleh penderita diabetes.

Oleh karena itu, penting bagi diabetesi untuk menjaga kesehatannya secara psikis. Rutin berolahraga merupakan salah satu cara yang mudah. Pasalnya, olahraga dapat meningkatkan kadar serotonin yang berguna untuk mencegah gejala depresi. Bila dibutuhkan, dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengonsumsi antidepresan.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>