3 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Usil yang Menjengkelkan

3 Cara Cerdas Menjawab Pertanyaan Usil yang Menjengkelkan

Acara kumpul-kumpul seperti arisan keluarga, pesta pernikahan, hingga reuni sekolah bisa menjadi ajang temu kangen yang menyenangkan. Di sisi lain, tidak sedikit juga orang yang enggan berlama-lama bertukar kabar karena merasa risih harus menjawab rentetan pertanyaan usil dari segala penjuru. Memang sih niatnya mungkin hanya sekadar basa-basi, tapi kalau terus diulangi, lama-lama telinga bisa gerah juga. Jangan keburu naik pitam dulu begitu mendengar komentar “Kapan kamu nikah, nih?” untuk yang kesejuta kalinya. Jawab pertanyaan usil tersebut dengan cara-cara cerdas ini, agar Anda tetap terlihat ramah

Komentar dan pertanyaan usil bikin gerah? Tangkis dengan cara ini

Anda ditanya…

“Sudah punya pacar belum?” atau “Kapan nikah?”

Satu atau dua kali ditanya seperti ini mungkin Anda bisa menanggapinya dengan senyum tenang atau mungkin sedikit konyol — “Mei… Meybi (red: Maybe) yes maybe no” atau “Punya kok, Tan… Cuma dia masih sibuk pacarin orang lain dulu.”

Namun ketika Anda terus menerus dibombardir dengan pertanyaan yang sama, padahal memang Anda sedang nyaman hidup sendiri, pertanyaan usil ini lama-lama bisa bikin mood buruk. Apalagi jika Anda juga dikelilingi oleh teman dan sanak saudara yang sudah punya gandengannya masing-masing.

Pertanyaan seperti “kapan nikah” atau “Sudah punya pacar?” bisa mengungkap begitu banyak hal soal si penanya. Niat mereka mungkin baik, entah itu ingin mengenalkan Anda dengan teman atau saudaranya yang dianggap potensial, atau mereka bertanya karena tertarik dengan Anda tapi tidak tahu cara mendekati Anda. Maka, balas saja dengan nada yang santai dan menyenangkan tapi tegas, “Memang kenapa, ya?”

Pertanyaan terbuka ini bisa menyiratkan makna bahwa Anda benar-benar tidak ingin membahas topik tersebut. Menjawab seperti ini juga membuat Anda tidak harus membagi informasi pribadi, tapi malah balik bertanya pada si penanya. Jika ia menjawabnya dengan tawaran untuk mengenalkan Anda dengan seseorang, atau ahem “Oh, masih single toh? Ngopi yuk, kapan-kapan!”, mungkin Anda bisa mempertimbangkannya.

Namun, jika ia membalas dengan jawaban seperti “Kamu padahal sangat menarik, aku bingung kenapa kamu masih juga belum punya pasangan.” Anda bisa senyum saja dan jawab dengan “Jika nanti aku punya pacar dan menikah, kamu adalah orang yang paling pertama untuk tahu!”

trauma akustik, suara keras, efek suara bising

“Kapan punya anak?”

Keputusan punya anak adalah topik yang sangat sensitif. Ada berjuta alasan kenapa sampai saat ini Anda dan pasangan belum atau tidak memiliki momongan. Anda tidak haru mengungkapkan alasan dan rencana masa depan Anda berdua pada orang lain. Maka untuk menjawab pertanyaan usil dari orang-orang sekitar, balaslah dengan jawaban yang samar-samar untuk mengubah topik ke si penanya.

Misalnya seperti “Iya sih, nanti. BTW… Gimana kemarin rencana renovasi rumahmu?” atau “Dalam waktu dekat. Eh, sudah pernah mampir ke restoran X di situ? Menu Z-nya enak lho, seus!”

Namun mungkin sanggahan seperti ini akan kurang mempan jika yang bertanya adalah orangtua atau mertua sendiri. Mereka tentu ia ingin mendapatkan jawaban yang pasti dari Anda. Anda bisa menjawab dengan jujur tapi ramah, seperti “Memang belum rencana sekarang, pak-bu. Karena xxx” atau “Maaf aku sedang tidak ingin membahas ini bu, tapi terima kasih sudah menanyakan”.

“Kamu kerja di mana?”

anda tidak perlu malu jika belum punya pekerjaan, tapi jangan biarkan diri Anda jadi bahan gunjingan atau obyek ceramah di perkumpulan keluarga berikutnya.

Anda bisa menjawab dengan kalimat yang sedikit mengambang tapi tetap positif dan ramah, serta membuat penanya teralihkan dari pertanyaannya. “Belum di mana-mana, tapi aku udah cerita belum kalau minggu lalu aku habis berkemah? Itu pengalaman yang hebat loh, sini deh aku tunjukkan fotonya.”

Dengan begitu, Anda akan membuat penanya bersemangat untuk mendengar tentang kehidupan Anda yang lain tanpa membahas topik yang ingin Anda simpan sendiri.

Namun ingat, Anda dapat memilih untuk tidak menjawab pertanyaan usil apa pun dengan topik pribadi. Anda bisa menjawab dengan “Itu pertanyaan pribadi, aku tidak nyaman membicarakan ini, maaf”. Mungkin terasa canggung, tetapi sedikit keheningan dan rasa canggung tidak pernah menyakiti siapa pun.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>